Monday, May 30, 2011

Mirage F1



Dassault Mirage F1 adalah pesawat tempur yang dibuat oleh Dassault Aviation dari Perancis. Lebih dari 720 F1 telah diproduksi. Dassault mendesain Mirage F1 sebagai penerus dari Mirage III dan Mirage V. Mirage F-1 adalah pesawat dengan satu tempat duduk, dan merupakan versi yang lebih kecil dari F-2. Meskipun lebar sayapnya lebih kecil dari Mirage III, F1 namun terbukti secara jelas, bahwa F-1 lebih superior dibanding dengan pendahulunya. Pesawat ini digerakkan oleh mesin turbojet yang terletak di badan pesawat, dan mampu membawa bahan bakar 43% lebih banyak, memiliki waktu take-off yang lebih pendek dan manuver yang lebih baik.

Sayap-sayapnya terpasang tinggi, tertekuk ke belakang dan runcing. Mirage F1 memiliki sayap yang ultra tipis, namun kuat dan sempurna, sehingga memungkinkannya untuk dapat terbang dengan kecepatan supersonic, setara dengan pesawat bersayap delta. Struktur pesawat terbang yang terintegrasi secara baik, membuat pesawat ini dapat membawa bahan bakar secara maksimal.

Prototipe (purwarupa) Mirage F-1 melakukan penerbangan perdana pada 23 Desember 1966, dengan diawaki oleh RenĂ© Bigand, sebagai pilot, di Melun-Villaroche (wilayah Seine-et-Marne, Perancis). Diresmikan oleh AU Perancis pada Mei 1973, dan masuk skuadron EC2 / 30 Normandie-Niemen pada bulan Desember tahun yang sama. 

Lebih dari 700 Mirage F-1 terjual ke sekitar 11 negara. Negara-negara yeng menggunakan pesawat ini antara lain, Ekuador, Perancis, Gabon, Iran, Yordania, Libya, Moroko dan Spanyol. Dassault Mirage F-1C merupakan standar ”figter” Perancis sebelum Mirage 2000 diresmikan pada 1984.

Dalam rangka memenuhi persyaratan yang diminta Angkatan Udara Prancis, sebagai pesawat pencegat (interceptor)untuk segala cuaca, maka produksi pertama Mirage F1C dilengkapi dengan radar monopulse Thomson-CSF Cyrano IV . Versi Cyrano IV-1 yang lebih baru memiliki kemampuan tambahan untuk mengatasi keterbatasan saat melihat ke bawah Namun pilot Mirage F1 melaporkan bahwa radar ini dengan mudah menjadi terlalu panas, sehingga mengurangi efisiensi. 

Pada awalnya, Mirage F1 dilengkapi persenjataan dua meriam internal 30 mm  , dan satu rudal udara-ke-udara,  jarak menengah, Matra R530, yang diletakkan di bawah badan pesawat. Matra R530 kemudian diganti dan ditingkatkan, pada tahun 1979, menjadi Matra Super 530 F dan tahun 1977, ditingkatkanlagi menjadi Magic R550.

Misil yang dibawa, biasanya terpasang pada rel yang terdapat di ujung sayap. Terdapat pipa saluran udara berbentuk setengah lingkaran sepanjang samping body pesawat di depan akar sayap. Terdapat sebuah lubang pengeluaran. Badan pesawat panjang, ramping, berhidung runcing dan berekor tumpul.

Terdapat dua sirip perut kecil di bawah bagian ekor dan sebuah kanopi gelembung. Ekornya tertekuk ke belakang dan merupakan sirip runcing dengan ujung tumpul. Flatnya terpasang menengah pada badan pesawat, tertekuk ke belakang dan tajam dengan ujung tumpul.

Spesifikasi

Pembuat: Dassault Aviation, SNECMA, Thomson-CSF
Fungsi: 1. Mirage F1 CT - Close Air Support (CAS) / attack / fighter, sedangkan  Mirage F1 CR - Tactical reconnaissance / fighter
Penerbangan Pertama: November 1981, dan 1992 untuk sistem senjata baru (Versi F1 CT)
Diresmikan: 1983
Pesawat Serupa: Super Etendard, Mitsubishi F-1, AV-8B Harrier II, Fantan A
Kru: satu, dan dua jika trainner
Panjang: 49 kaki (14,94 m)
Lebar Sayap: 27 kaki (8,4 m)
Tinggi: 4,5 m
Berat: 6,1 t (kosong) dan 15,2 t (maksimal saat lepas landas)
Mesin Dorong: SNECMA Atar 9K50 jet engine / 4.7 t and 6.8 t with afterburner
Ketinggian Maksimal: 52.000 kaki (20.000 meter)
Kecepatan Maksimal: 2,2 Mach
Jarak Tempuh: 1160 nm
Pengisian Bahan bakar saat Terbang: Ya
Bahan bakar Internal: 3.435 kg
Kapasitas bahan bakar: 4.100 L internal/6,400 L maksimal/pengisian bahan bakar saat terbang.
Payload: 6.300 kg
Sensor: Cyrano IVM radar (-200 has IWMR), RWR
Drop Tanks: 1160 L drop tank dengan 927kg bahan bakar untuk jarak 157 nm, dan 2.300 L drop tank dengan 1837927kg bahan bakar untuk jarak 310 nm.
Senjata: 2 30mm DEFA 553 cannon, 2 Matra Magic R550, free fall and parachute drag bombs
Peralatan Spesial: Radar Thomson-CSF Cyrano IV-MR (air-to-air, air-to-ground), inertial navigation system, panoramic camera Omera 40, vertical camera Omera 33, IR thermographic captor Super Cyclope, lateral radar Raphael, electromagnetic emissions detector Astac, photographic pod RP35P, Desire digital video recce pod, electronic counter measures
Interoperabilitas NATO: In-flight refuelling by NATO aircraft, armament and ammunitions in accordance with NATO standards

Radar Pengintai Mirage-F1 CR
 
Raphael TH: Radar imagenary udara dengan transmisi radio. 600-kg pod untuk imagery radar (SLAR : Side Looking Airborne Radar) sampai 100-km ke dalam garis batas musuh.
Astac: ASTAC adalah sebuah sistem ELINT/ESM yang didesain untuk deteksi, identifikasi dan lokalisasi radar dari semua tipe. 

Radar ini cocok untuk misi pengintaian "altitude stand-off" medium dan tinggi, atau di altitude rendah untuk penetrasi dan peperangan, yang mana dapat mengumpulkan data untuk mencegah atau menghancurkan pertahanan anti-udara (pesawat).

Pod analiser sinyal taktis ASTAC adalah pot pod supersonik ringan yang mudah untuk dipasang di bawah pesawat jenis apapun. ASTAC sekarang dipakai pada Mirage F1CR Perancis dan RF-4E Jepang
 
_sumber :http://smart-pustaka.blogspot.com/search/label/Pesawat%20Tempur_  

No comments:

Post a Comment