Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Friday, July 22, 2011

Demi iPad2, Seorang Remaja Rela Menjual Salah Satu Ginjalnya


Xiao Zheng, seorang remaja 17 tahun, menimbulkan kegemparan di China, dikarenakan perbuatannya menjual salah satu ginjalnya demi membeli iPad2, komputer tablet yang menjadi simbol kemakmuran di China.
Hal itu diketahui setelah ibunya curiga saat Zheng pulang sambil membawa sebuah iPad2 dan iPhone. Ibunya menanyakan darimana ia mendapatkan uang untuk membeli semua barang mahal itu.
Zheng mengakui operasi yang dijalaninya dan menunjukkan luka di perutnya. Ide menjual ginjal didapat setelah melihat iklan di internet yang menawarkan uang cash bagi orang sehat yang bersedia menjual ginjalnya.
Operasi dilakukan tanggal 28 April 2011 lalu di sebuah rumah sakit di kota Chenzhou, Provinsi Hunan. Zheng akhirnya mendapatkan uang sebesar 20.000 Yuan (sekitar Rp 26 juta), yang kemudian digunakan untuk membeli iPad2 dan iPhone.
Banyak orang protes terhadap apa yang dilakukan Zheng dan menyebut sifat konsumerisme yang semakin merasuk ke masyarakat telah merusak moral anak-anak muda.
iPad2 telah menjadi produk yang sangat populer di China, dimana ribuan orang rela antre dan berdesak-desakan demi membeli gadget tersebut.

*sumber : http://serbaneka.com/2011/demi-ipad2-seorang-remaja-rela-menjual-salah-satu-ginjalnya/* 

Demi Menjadikannya Bintang, Seorang Ibu Nekat Mempermak Wajah Putrinya yang Berusia 7 Tahun


Di saat sebagian besar gadis seusianya masih bermain dengan kosmetik ibunya, Bree Evans, 7, telah rutin memakai lipstik pada bibirnya yang disuntik botoks.
Atas keinginan sang bunda, Sharon Evans, 33, siswi sekolah dasar itu menjalani prosedur suntik botoks setiap dua bulan. Bree juga memiliki alis mata yang dibentuk lewat prosedur tato.
Sharon terobsesi menjadikannya putri tunggalnya menjadi selebriti papan atas. Ia menjadikan Willow Smith, anak pasangan Will Smith dan Jada Pinkett, sebagai panutan mengubah penampilan putrinya.
Demi melejitkan sang anak, Sharon mengajak Bree bermukim di San Diego, California. Ia mencari peluang lewat kontes kecantikan. Ia yakin, prosedur operasi serta perawatan kecantikan akan membantu Bree memenangi kontes semacam itu.
Lewat toko online, Sharon berbelanja botoks dan peralatannya . Wanita yang pernah mengikuti kursus kecantikan itu lalu menyuntikkannya ke wajah Bree. Sedangkan untuk menerapkan tato alis, ia memperoleh keahlian dari mantan pacar yang berprofesi sebagai seniman tato profesional.



“Apa yang saya lakukan pada Bree akan membuatnya menjadi bintang,” ucap warga asal Shepherd’s Bush, London Barat, ini tanpa rasa bersalah.
Ia melakukan prosedur ekstrim itu demi membuat kulit Bree cantik, halus dan bebas kerutan. “Tato alisnya ringan, membuatnya berbeda dan sangat gaya. Untuk menjadi superstar, Anda harus berbeda dan inilah yang saya lakukan padanya.”
Sharon mengklaim, botoks bagi anak usia belia adalah hal yang lazim di Amerika dan Inggris. “Jika ingin terkenal, mulailah dari wajah. Bree akan menjadi terkenal dan lebih sukses dari Willow (Smith). Ini juga akan menghemat uang pada prosedur make up dan kosmetik di masa depan.”
Sharon mendapat ide gila itu tahun lalu, setelah mendengar percakapan sejumlah orangtua yang mengikutkan anak mereka pada sebuah kontes kecantikan.
“Saya mendengar beberapa orangtua memberikan anak perempuannya botoks daripada merias wajah mereka. Menurut yang saya dengar, botoks membuat kulit lebih bercahaya tanpa menggunakan kosmetik.”
Sebelum nekat menyuntikkan cairan botoks ke wajah anaknya, Sharon menghubungi 15 dokter dan semua menolaknya. Namun, karena pernah mengikuti kursus kecantikan, tindakannya tidak dapat disebut ilegal. Pasalnya, aturan tersebut tidak ada dalam hukum Amerika maupun Inggris
Dengan modal sekitar Rp 3,5 juta, Sharon membeli tiga botol cairan botoks dan jarum suntik. Dia juga membeli peralatan utama botoks senilai Rp 2,1 juta, serta krim pencegah rasa sakit untuk tato.

Suntikan pertama dilakukan September 2010 lalu. Sharon bercerita, meskipun menangis pada awalnya, kini Bree secara rutin mendapat suntikan botoks di pipinya setiap dua bulan dan bibir setiap tiga bulan.
Sementara sang gadis cilik menyatakan, “Saya sangat menyukai bentuk alis saya. Beberapa teman di sekolah menganggap hal itu salah, tapi mereka hanya cemburu.”
Dia pun bangga karena ada juga yang memuji penampilannya. “Kebanyakan teman saya berpikir hal ini keren dan ingin mengikutinya. Saya akan menjadi seterkenal dan bahkan lebih dari Willow Smith,” katanya.
Sang ibu pun makin terobsesi memermak putrinya. Setahun ke depan, Sharon berencana membuat tato garis tipis di seputar bibir anaknya. “Saya tahu orang akan marah, tapi saya tak peduli. Dia adalah putri saya dan saya harus memastikan bahwa dia akan menjadi bintang,” ucap Sharon.

*sumber : http://serbaneka.com/2011/demi-menjadikannya-bintang-seorang-ibu-nekat-mempermak-wajah-putrinya-yang-berusia-7-tahun/*  

Astaga! Remaja Bunuh Orangtuanya dengan Palu lalu Gelar Pesta Meriah di Rumahnya

Blake dan Mary-Jo Hadley

Seorang remaja berusia 17 tahun membunuh kedua orangtuanya dengan menggunakan palu tanpa rasa kasihan. Setelah itu, ia menyembunyikan mayatnya lalu menyelenggarakan pesta dengan menggunakan 60 temannya.
Dilansir Sydney Morning Herald, Selasa (19/7/2011),remaja bernama Tyler Hadley dan tinggal di Port St Lucie, Florida, Amerika Serikat (AS), mengundang temannya lewat Facebook, Sabtu sore, pekan lalu. Sebelum teman-temannya datang ia membunuh kedua orangtuanya dengan menggunakan palu sepanjang 56 sentimeter.
Juru bicara kepolisian Port St Lucie,Tom Nichols, mengatakan jika Blake dan Mary-Jo Hadley diduga dibunuh dengan palu di bagian kepala dan perut di kamar mereka.
Si remaja kejam ini kemudian menarik tubuh orangtuanya ke dalam sebuah kamar dan menutupinya dengan buku, sejumlah barang-barang, dan benda-benda yang ada di sekitar kamar. Polisi mengetahui pembunuhan itu setelah Hadley dengan gugup mengatakan jika kedua orangtuanya keluar kota.
Polisi belum mengetahui motif pembunuhan itu namun satu dari teman Hadley yang diundang ke pesta mengatakan jika si remaja itu membunuh kedua orangtuanya karena mereka tak mengizinkan diselenggarakan pesta di rumah itu.
Sang ayah bekerja di sebuah proyek pengembangan nuklir sementara sang istri adalah seorang guru di wilayah itu selama 24 tahun.

*sumber : http://www.lintas.me/go/4e291fa760e53704f1005998*