Tuesday, May 31, 2011

Lindt Chocolate Museum – Cologne, Jerman



Jika seseorang mencoba membayangkan untuk dapat menikmati cokelat di pinggiran sungai Rhine, maka tempat paling sempurna tentunya adalah Lindt Chocolate Museum di Cologne, Jerman.
Memang menyambangi Cologne, Jerman, rasanya belum lengkap jika tak bertandang ke Imhoff-Stollwerck Museum ini.

Museum jamak ini  dikenal sebagai Chocolate Museum (Schokolade Museum atau Museum Cokelat). Kendati museum ini sudah dibangun sekitar 15 tahun silam, nyatanya tetap menjadi tujuan wajib bagi turis yang berkunjung ke Cologne.

Tak sulit menemukan museum ini. Jika bertanya pada orang lokal di sudut-sudut jalan di Cologne, mereka akan dengan senang hati menunjukkan jalan menuju ke Museum Cokelat ini. Agaknya bangunan yang dibikin oleh Dr. Hans Imhoff ini menjadi kebanggaan masyarakat Cologne. Bahkan, mereka menyebutnya sebagai ‘ibukota cokelat’ milik Jerman.

Museum ini berdiri di pinggiran sungai Rhine. Merunut sejarahnya, museum ini awalnya merupakan tempat pameran yang didesain untuk memperingati 150 tahun perusahaan cokelat Stollwerk. Perusahaan cokelat yang cukup tenar di Amerika ini berbasis di Cologne. Lantaran animo masyarakat cukup tinggi, maka dibikinlah museum yang memamerkan cokelat secara permanen. Setiap tahunnya, museum ini kedatangan lebih dari 5 juta orang.

Sebagian dari museum ini masih berfungsi sebagai pabrik cokelat yang benar-benar masih berproduksi dan di sini para pengunjung dapat segera melihat bagaimana proses makanan surga ini diciptakan. Di dalam tour ini, para pengunjung juga dapat mencicipi berbagai macam cokelat. 

Para pengunjung akan jadi ‘pencicip profesional’ karena mereka diperkenankan untuk mengatakan dan mengkomentari, bagaimana rasa cokelat yang dibuat oleh pabrik mini tersebut, di hari mereka mengunjunginya. Para pengunjung juga akan diminta secara mendadak menjadi tukang cicip profesional untuk produk yang unik atau belum dirilis seperti pasta cokelat atau cokelat isi mangga plus cabe.

Museum Cokelat hanya berjarak 20 menit, dengan berjalan kaki, dari Katedral Cologne dan stasiun kereta api utama yang berada di pusat kota. Kompleks museum futuristik yang terbuat dari baja dan kaca ini, juga berada tepat di tepi Sungai Rhine. 

Di dalam museum ini Para pengunjung dapat mempelajari tentang sejarah cokelat, mulai dari cokelat Maya "minuman para dewa" sampai cokelat komersil yang ada saat ini. Selain itu, Para pengunjung bisa berjalan-jalan di rumah kaca yang terdapat di museum ini, dengan pohon-pohon kakaonya, dan mencari tahu bagaimana biji kakao diproses menjadi cokelat, mulai dari awal sampai akhir di unit produksi mini-museum. 

Memasuki museum yang berbanderol 6,5 euro per orang, pemandangan para pengunjung bakal terkunci oleh air mancur cokelat, yang berbentuk pohon emas. Tinggi pancuran cokelat ini 3 meter, dan diletakkan di ruangan dengan jendela kaca yang begitu besar. Staf museum dengan senang hati akan mencelupkan wafel ke dalam cokelat hangat dan membiarkan Para pengunjung mencobanya. Sungguh, Cologne tampak lebih memukau dengan pemandangan seperti ini.

Lebih dari sekadar memamerkan cokelat dari seluruh dunia, museum yang kental dengan aroma cokelat ini juga bertujuan untuk mengedukasi pengunjung soal A-Z tentang cokelat. Mulai dari cokelat yang berkualitas, cokelat yang dibanderol mahal dan murah, sejarah cokelat, dan masih banyak lagi. Jadi, pengunjung tak bakal salah pilih dan merasa rugi saat membeli cokelat di supermarket karena mereka sudah tahu kualitas cokelat pabrikan itu.

Selain itu, pengunjung juga bakal diberitahu bagaimana memperlakukan cokelat dengan baik. Contohnya, sebaiknya tidak menyimpan cokelat dalam kulkas lantaran bisa membunuh aroma dan citarasa keaslian cokelat. Eh, museum ini tidak memproduksi cokelat lho. Sebagai pameran saja, museum ini hanya mengolah 400 kg per hari untuk demonstrasi saja.

Pengunjung bakal disuguhi penanaman biji kakao dan prosesnya hingga tersuguh menjadi sebatang cokelat. Ada greenhouse di museum ini yang menanam biji cokelat. Jadi para pengunjung dapat dengan leluasa melihat bagaimana cokelat itu tumbuh dan berkembang.

Mesin yang membuat cokelat bertekstur halus dan lembut, juga ada di museum ini. Asal tahu saja, mesin yang dipajang di museum ini sangat unik dan tak bisa digantikan dengan mesin lain. 

Pajangan lain dalam museum ini adalah perabotan porselen yang biasa digunakan untuk minum cokelat. Tahu sendiri, di Eropa pada abad 17-18, hanya orang-orang kaya saja yang bisa menikmati secangkir cokelat hangat.  Nah, disinilah beragam cangkir dan cawan untuk menyeruput cokelat hangat itu, dipamerkan.

Di museum yang terletak di Schokoladen museum 1, juga terdapat sebuah toko di mana para pengunjung dapat membeli berbagai cokelat Jerman dan Swiss, serta kafe museum yang menawarkan pemandangan kea rah sungai Rhine. 

Jika ingin merasakan cokelat disini, para pengunjung harus menyediakan uang 7,50 Euro (sekitar Rp90.000) atau jika bersama keluarga bisa mengambil paket keluarga (2 orang dewasa dan anak-anak sampai usia 16 tahun) seharga 21 Euro (sekitar Rp250 ribu).

Museum ini, buka hari Selasa sampai Jum'at mulai pukul 10:00-18:00 waktu setempat sedangkan hari Sabtu dan Minggu buka mulai pukul 11:00-19:00 waktu setempat.







*Sumber : http://smart-pustaka.blogspot.com/search/label/Museum*  

Museum Cokelat


Rasanya tidak ada orang yang tidak menyukai cokelat. Dengan rasa manisnya yang hadir dengan beragam varian, tentunya tak hanya anak-anak yang suka, orang dewasa pun banyak yang tergila-gila dengannya. Nah, bagi yang termasuk penggila cokelat, rasanya suatu saat pastilah bertanya-tanaya, bagaimanakah cokelat ini dibuat dan bagaimanakah sejarah cokelat dan perkembangannya sampai hari ini. Nah, mari kita tengok 5 museum cokelat yang ada di dunia.


Memang jika seseorang diajak berjalan-jalan ke museum, Bisa dipastikan respon pertama yang akan ditunjukkan, mereka akan mengernyitkan dahinya dan akan kehinlangan minat, alasan klasik, apa sih yang menarik dari museum? Tapi jika museum yang akan dikunjungi adalah museum cokelat, mungkin akan lain lagi ceritanya.

1. Heindl Chocolate Museum – Wina, Austria


Wina, ibukota Austria ini, terkenal akan kekayaan budayanya, seni arsitektur yang luar biasa, dan lagu-lagu klasik yang mendunia. Salah satu karya lain yang mendunia tentunya adalah cokelat Heindl, yang mulai masuk di pasaran sejak 1953. Walter Heindl dan istrinya lah yang pertama kali memperkenalkan cokelat isi minuman keras kepada dunia. Sekarang Heindl adalah merek dagang cokelat terkemuka dan untuk mengenang karya-karya mereka, telah dibuka Heindl Chocolate Museum yang berada di Wina, Austria, pada akhir 2001.

Begitu para pengunjung melewati gerbang museum ini, para pengunjung akan disapa dengan kenikmatan-kenikmatan yang tidak akan bisa terlupakan. Para pemandu akan menjelaskan dan menggambarkan sejarah cokelat, dari penemuan sampai teknik pemrosesan yang dipakai sekarang. Para pengunjung juga akan diajak untuk melihat-lihat mesin-mesin pembuat cokelat dan mesin pengemas.

Selain itu, para pengunjung akan bias mnyaksikan proses pembuatan cokelat di pabrik Heindl, salah satu pabrik cokelat paling modern di dunia. Setelah tour selesai, para pengunjung akan mendapat kesempatan sekali lagi untuk menikmati cokelat yang diinginkan.

2. Hershey’s Chocolate World – Hershey, Amerika


Hershey adalah merek dagang cokelat yang besar di Amerika sehingga kota tempat pabrik cokelat Hersey ini berdiri, dijadikan merek dagang cokelat yang dibuat di kota ini. Kota Hershey (sekaligus pabriknya) berada di Pennsylvania, sedangkan Chocolate World Museum, terletak di tengah kota cokelat ini, tempat di mana para pengunjung bisa bermain-main dengan cokelat, sekaligus benar benar merasakan bagaimana menjalankan berbagai mesin dan membuat cokelat sesuai keinginannya. Bayangkan, Para pengunjung bisa membuat cokelat dengan rasa khusus, seperti yang Para pengunjung sendiri harapkan dan sekaligus menikmatinya.

3. Cadbury Chocolate Museum – Birmingham, Inggris


Merek cokelat ini sudah akrab di telinga, tapi mungkin belum sekalipun mendengar bahwa di Inggris berdiri museum cokelat Cadbury.

Di museum ini para pengunjung akan diajak untuk kembali ke masa lalu di mana para pengunjung bisa bertemu dengan suku Aztec, yang memulai eksperimen dengan biji cokelat dan mempertunjukkan bagaimana cokelat mulai masuk ke dalam dunia Internasional.

Setelah uraian sejarah singkat, para pengunjung akan diajak bertemu dengan John Cadbury, yang akan menceritakan bagaimana ia mendirikan perusahaan ini dan membuat perusahaan ini menjadi salah satu merek cokelat terbesar di dunia. Setelah itu para pengunjung akan digiring menuju salah satu bagian pabrik, dan akan diberi kebebasan untuk menuliskan nama Para pengunjung di lempengan cokelat sebagai oleh-oleh, bermain dengan cokelat, atau mendapat berbagai macam ide untuk memulai perusahaan cokelat sendiri!

4. Lindt Chocolate Museum – Cologne, Jerman


Jika seseorang mencoba membayangkan untuk dapat menikmati cokelat di pinggiran sungai Rhine, maka tempat paling sempurna tentunya adalah Lindt Chocolate Museum di Cologne, Jer man.
Memang menyambangi Cologne, Jerman, rasanya belum lengkap jika tak bertandang ke Imhoff-Stollwerck Museum ini.


Museum jamak ini  dikenal sebagai Chocolate Museum (Schokolade Museum atau Museum Cokelat). Kendati museum ini sudah dibangun sekitar 15 tahun silam, nyatanya tetap menjadi tujuan wajib bagi turis yang berkunjung ke Cologne.

Tak sulit menemukan museum ini. Jika bertanya pada orang lokal di sudut-sudut jalan di Cologne, mereka akan dengan senang hati menunjukkan jalan menuju ke Museum Cokelat ini. Agaknya bangunan yang dibikin oleh Dr. Hans Imhoff ini menjadi kebanggaan masyarakat Cologne. Bahkan, mereka menyebutnya sebagai ‘ibukota cokelat’ milik Jerman.

5. Alprose Schokoland – Lugano-Caslano, Swiss


Alprose Schokoland ini akan menawarkan bagi para pecandu cokelat berbagai kesempatan untuk melihat bagaimana cokelat swiss dibuat, dan apa yang membuat cokelat ini begitu istimewa. Alprose memfokuskan lebih banyak mengenai bagaimana proses pembuatan cokelat, dan segala macam tentang sejarah cokelat akan diberikan dalam brosur yang dibagikan di awal Tour. Jadi, secara singkat, tour para pengunjung akan dipenuhi dengan sejarah cokelat, pembuatan cokelat, mencicipi cokelat, pengemasan cokelat, dan intinya adalah pembuatan cokelat menjadi nikmat.


Setelah para pengunjung, para pecandu cokelat melewati perusahaan, para pengunjung juga akan dibawa ke surga cokelat: Silahkan coba semua macam cokelat yang diproduksi oleh Alprosem dan para pengunjung diperkenan untuk membeli sebanyak mungkin cokelat, sesuai yang diinginkan, dengan harga khusus! 
 
*sumber : http://smart-pustaka.blogspot.com/search/label/Museum* 

Museum Emas Kolombo (Museo del 'Oro)




Museum Emas Kolumbia (Museo del 'Oro), terletak  di Bogota, ibukota Kolombia. Museum ini merupakan museum emas terbesar dan tersohor di dunia. Gedung Museum ini terus direnovasi (tercatat tahun 1988, 1994, 2004) dan diperluas supaya pengunjung bisa lebih nyaman saat berkunjung dan belajar di dalamnya dan dapat memikat wisatawan asing. Baru-baru ini, museum tersebut juga melakukan renovasi dan mendekorasi ulang, dan kini sudah mulai dibuka lagi.

Sampai saat ini koleksi permanen yang ada di Museum itu ada lebih dari 50.000 ornamen, peralatan dan karya seni terbuat dari emas yang semuanya merupakan peninggalan bangsa Muisca dan peninggalan masyarakat prehispanic (Zaman Invasi Spanyol ke Amerika Latin). Banyaknya koleksi menjadikan Museum ini sebagai tempat penyimpanan koleksi emas terbesar di seluruh dunia.

Sejarah Museo del ‘Oro


Pada 1939, Bank Republik Kolumbia (Banco de la República ) mulai membantu negara untuk melindungi warisan budaya pra Hispanik di dunia. Kolombia. Bank Republik Kolumbia ini, kemudian mengumpulkan benda-benda peninggalan bangsa Muisca (suku asli Kolombia – 2500 SM). Suku Muisca dianggap memiliki salah satu sistem peradaban yang paling berkembang di Amerika Selatan, setelah Suku Inca. Hal ini terlihat dari barang-barang peninggalan Suku Muisca yang terbuat dari emas dan memiliki nilai tinggi.

Setelah mengadakan riset terhadap peninggalan Suku Muisca, maka Bank Republik Kolumbia berhasil mengumpulkan banyak benda-benda logam peninggalan kuno yang berusia 2500 SM sampai benda-benda peninggalan nenek moyang bangsa Kolumbia sebelum kedatangan bangsa Eropa ke Amerika (Zaman Prahispanik). Koleksi pertama museum ini adalah Popoyo Quimbaya, yang hingga kini telah dipamerkan selama 70 tahun.

Mengingat banyaknya koleksi-koleksi peninggalan kuno yang ditemukan, Bank Republik Kolumbia mulai mendanai untuk membangun sebuah Museum, supaya barang-barang warisan negara tersebut dapat dipamerkan dan dapat menjadi kebanggan Kolumbia terhadap peradaban kuno nya.

Museum ini telah menjadi jembatan sejarah kebudayaan bangsa Kolombia sejak 2500 tahun SM, jaman Hispanik dan masa sekarang ini. Museum emas Kolumbia saat ini sudah memiliki lebih dari 50.000 koleksi. Koleksi-koleksi seni emas dari kebudayaan Kolumbia pra kedatangan orang Spanyol  yang dipamerkan, ditempatkan di vitrin (lemari kaca). Koleksi-koleksi ini dikerjakan dengan sangat halus, sehingga dapat menunjukkan dan memberikan gambaran cara hidup dan kepercayaan penduduk pribumi Kolombia, saat itu.

Penemuan dan Pengolahan Emas

Para arkeolog menyatakan bahwa 16.000 – 20.000 tahun yang lalu, para penduduk pribumi mulai berdatangan ke Amerika dari Eropa. Tetapi mereka tidak membawa serta pengetahuan dan ketrampilan mereka semasa di Eropa, yang di kemudian hari justru muncul dan berkembang di Eropa. Penemuan-penemuan  hasil karya mereka juga tidak dipengaruhi oleh budaya China, India atau pun Timur Tengah.

Jadi para penduduk pribumi, dengan ditemukannya logam emas di pasir-pasir sungai, mereka mulai menghargainya dan mempelajari bagaimana cara mengolahnya, memurnikannya, sampai berubah menjadi benda cantik yang bisa kita lihat di museum ini, sekarangi ini.

Yang menakjubkan, dalam upaya mereka untuk memanaskan tungku peleburan, mereka menggunakan kekuatan paru-paru mereka, untuk secara bersama-sama meniup tungku api melewati sebuah alat tertentu, agar dapat mencapai titik lebur emas (1.053 derajat), sehingga dapat dipergunakan untuk memurnikan emas dan selanjutnya ditempa atau dicetak menjadi seperti apa yang dipamerkan di museum ini.

Pengolahan logam di daerah Amerika ini tidak berorientasi pada pembuatan benda tajam untuk pertanian atau senjata dan lain-lain, seperti halnya di daerah lain di dunia. Sebaliknya, digunakan untuk membuat ornamen dan simbol pribadi, yang penuh dengan makna shamanistik.

Denah Lantai

Museo del ‘Oro terdiri dari 3 lantai.

Lantai 1

Lantai 1, sekaligus sebagai pintu utama, merupakan tempat membeli tiket, tempat pemeriksaan para wisatawan yang akan masuk ke museum. Di lantai 1 terdapat suatu aula yang terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang disesuaikan dengan tiap-tiap kebudayaan, yakni ruang: Calima, Quimbaya, Muisca, Zenu, Tierradentro, San Augustin, Tolima, Tayrona, Uraba dan sebuah ruang pamer khusus yang dinamakan Kolumbia. Sebuah resto bernama "Kedai kopi resto museum emas", toko souvenir dan oleh-oleh khas Kolombia, juga berada di lantai satu.

Di Lantai 1 ini pengunjung langsung disuguhi oleh “Pameran Emas” di bilik-bilik kaca yang memikat pengunjung dan membuat decak kagum pengunjung.

Lantai 2

Berbagai ornamen emas yang menjadi koleksi utama di museum ini, dipemerkan di lantai 2. Di lantai ini ditampilkan koleksi utama dari sebuah perjalanan sejarah dan adat istiadat suku-suku yang hidup di Kolombia bagian utara, tengah, dan selatan (Suku Muisca) yang diatur sesuai dengan jenis proses logam yang mereka gunakan. Ruang pamer utama ini dinamakan ruang "Manusia dan dewa".

Di Lantai 2 ini juga terdapat ‘Study Room”, tempat dimana para pengunjung dapat mempelajari aspek-aspek tertentu yang lebih lengkap, dan layanan seperti wisata tematik, animasi pedagogis, audio guides dalam bahasa Spanyol, Inggris dan Perancis, ruang multimedia,.  Di sini para pengunjung dapat menyelidiki dan membaca tentang berbagai subyek yang berhubungan dengan benda yang di pamerankan.

Lantai 3

Lantai 3 juga merupakan Ruang Pamer Utama. Lantai ini berisi sejarah emas dan signifikansi terhadap budaya prehispanic (Zaman datangnya Spanyol ke Amerika Selatan), juga berbagai peninggalan sejarah dari daerah Kolombia bagian barat daya. Sepanjang jalan, pengunjung juga dapat melihat galeri legenda, mitos dan cerita yang berhubungan dengan penaklukan Spanyol dan menceritakan kisah perlawanan rakyat Kolombia asli terhadap penjajah Spanyol. Di lantai ini dipamerkan koleksi seni emas kebudayaan Kolumbia prakedatangan orang Spanyol.

Selain emas, museum ini juga memiliki koleksi barang-barang gerabah, berbagai peralatan dan produk dari zaman batu, keramik, kerang, kayu dan tekstil. Barang-barang yang oleh kebudayaan setempat dipandang sebagai Logam suci, yang merefleksikan kehidupan dari berbagai suku yang kini dinamakan Kolumbia. Kehidupan dan pikiran ini sudah ada sejak sebelum kedatangan orang Eropa.

Emas sebagai Logam Suci

Bagi masyarakat pada umunya, emas memiliki nilai secara ekonomis maupun perdagangan, tetapi bagi mereka, emas merupakan Logam Suci, yang memiliki nilai sakral, mewakili kekuatan energi vital yang berasal dari alam, yang ditransmisikan oleh alam semesta, diwakili oleh Bapa Surya. Jadi penduduk pribumi yang mencintai hidup, melambangkannya dengan surya. Mereka melihat bahwa logam emas memiliki kecemerlangan yang sama, warna yang sama, sehingga mereka tertarik untuk mengolah material ini.

Makna Warna Emas  dalam Keseharian

Makanan utama semua bangsa kuno Amerika, khususnya di Kolumbia dan di daerah kuno Bogotá, adalah jagung. Meskipun mereka juga makan kentang, umbi lain, kacang, labu, tetapi jagung adalah makanan pokoknya. Aspek yang sangat menarik ialah bahwa jagung memiliki warna yang sama dengan emas. Dan dalam kosmologinya, jagung juga diasosiasikan dengan emas dan dengan kekuatan matahari.

Orang Muisca juga membuat zamrud dari pertambangan yang ada di daerah ini. Tetapi anehnya di daeah mereka sendiri, tidak terdapat tambang emas. Jadi untuk mendapatkan dan mengolah emas, mereka mendapatkannya melalui perdagangan.

Ornamen Emas sebagai Simbol Kepala Suku

Menurut mitologi penduduk pribumi, Dewa Matahari adalah  pencipta segalanya, dan emas adalah logam suci yang menerima energi dari sinar matahari. Itual sebabnya para kepala suku mengenakan emas sebagai simbol pewarisan kekuatan ini.

Ornamen-ornamen sebagai simbol dari kepala suku ini, dapat dilihat di Museum Emas, seperti ornamen untuk dada, hidung, telinga, mahkota. Di samping itu, ornamen-ornamen emas ini,  menunjukkan bahwa kepala suku memiliki kekuatan matahari untuk membawa masyarakatnya agar dapat bersatu dan mengorganisir tugas bersama.

Dalam kebudayaan penduduk pribumi Kolumbia pra-Hispanik maupun masyarakat sekarang, seorang Shaman (pemuka agama) atau orang dengan status sosial tinggi, akan duduk di sebuah bangku kayu kecil, sebagai sebuah simbol kekuatan. Seorang shaman akan bermeditasi di bangku tersebut untuk berhubungan dengan Tuhan.

Itulah sebabnya semua masyarakat memilikinya, sebagai persiapan untuk tempat sharman dalam memimpin suatu upacara rituil dan itu menandakan tugas mental; untuk berhubungan dengan dunia yang lebih tinggi dan dunia yang lebih rendah.

Berbagai peninggalan di Museum Emas ini, menunjukkan kepada generasi saat ini akan keaneka ragaman budaya Kolombia masa lalu yang sangat mengagumkan, sehingga merangsang dan menjadi daya tarik bagi anak-anak, remaja dan bahkan orang dewasa untuk memperoleh pengetahuan tentang bangsanya dan warisan arkeologi bangsanya. Museum ini dikunjungi lebih dari 500.000 orang per tahun.

Galeri Gambar
Lantai 1




Lantai 2





Lantai 3



 
 
*sumber :http://smart-pustaka.blogspot.com/search/label/Museum* 

Lovastatin

Farmakologi:

Lovastatin adalah suatu senyawa penurun lipida yang dlisolasi dari strain Aspergillus terreus.
Setelah pemberian oral, Lovastatin yang merupakan suatu lakton yang tidak aktif, akan dihidrolisa menjadi bentuk phydroxyacid. 

Ini merupakan metabolit utama dan suatu   penghambat dari 3-hidroksi-3-metilglutaril-koenzim A (HMG-CoA) reduktase Enzim ini mengkatalis perubahan HMG-CoA menjadi mevalonat dengan cepat dan merupakan tahap batas kecepatan biosintesa kolesterol. Lovastatin telah terlihat dapat mengurangi konsentrasi kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C) normal maupun yang meningkat.

Pengarah perubahan induksi Lovastatin pada tingkat-tingkt lipoprotein, termasuk reduksi pada kolesterol serum, pada kegagalan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular tidak dapat dibuktikan. 

Lovastatin diabsorpsi dari saluran gastrointestinal dan dihidrolisa di hati menjadi bentuk p-hydroxy-acid yang aktlf. Lovastatin mengalami ekstraksi lintas pertama yang luas di hati, tempat utama terjadinya kerja, dan kurang dari 5% dari dosis Lovastatin oral telah dilaporkan terdeteksi dalam sirkulasi. 

Konsentrasi puncak plasma terjadi antara 2-4 jam. Lovastatin dan metabolitnya p-hydroxyacid secara luas terikat dalam plasma protein. Lovastatin utamanya diekskresi melalui empedu, kira-kira 83% dari dosis yang diberikan dibuang melalui feses dan sekitar 10% lewat urine

Indikasi

Lovastatin diindikasikan sebagai tambahan diet untuk :
  • Penurunan kadar kolesterol total dan LDLpada penderita hiperkolesterolemla primer (tipe IIa dan llbl), yang tidak ddpat diatasi dengan diet lipid dan obat kolesterol atau tindakan - tindakan non farma-kologi lain. 
  • Penurunan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah pada penderita dengan kombinasi hiperkolesteroleima dan hipertrigliseridemia dimana hiperkolesterolemia adalah ketidaknormalan yang utama (tipe IIb hiperlipoproteinemia)
Sebelum memulai pengobatan, harus dihilangkan dahulu penyebab sekunder hiperkolesterolemia (misal : diabetes mellitus tak terkontrol,hipotiroidisme,sindroma nefrotik, disproteinemio,penyakit hati obstruktif, terapi dengan obat lain dan alkoholisme),serta harus dilakukan pengukuran profil lipid kolesterol total,HDL-C dan trigliserida.

Kontra Indikasi:
  • Hipersensitif terhadap Lovastatin 
  • Penderita penyakit hati aktif atau peningkatan kadar transaminase serum yang persisten 
  • Wanita hamil dan menyusui
Peringatan :
  • Pemberian harus dihentikan bila terjadi peningkatan sementara transaminase serum yang bersifat asimptomatik (tanpa gejala)
  • Pemeriksaan fungsi hati sebaiknya dilakukan sebelum pengobatan dimulai dan dilakukan secara periodik untuk semua pasien setelah pengobatan dengan Lovastatin
  • Hati-hati pemakaian obat pada penderita yang mengkonsumsikan alkohol dalam jumlah banyak dan atau pasien dengan riwayat penyakit hati
  • Tidak dianjurkan penggunaan pada anak-anak dan remaja, karena khasiat dan keamanannya belum terbukti
  • Pemeriksaan mata dilakukan karena Lovastatin dapat meningkatkan kekeruhan lensa 
  • Lovastatin hanya mempunyai efek penurun trigliserida yang sedang dan tidak diindikasikan untuk hipertrigliseridemia (hiperlipidemid tipe I, IV, dan V)
  • Pengobatan dengan Lovastatin hanya pada penderita yang mengalami kegagalan respon terhadap djet rendah kolesterol dan lemak jenuh dan tidak diindikdsikan pada hipertrigliseridemia tanpa kolesterolemia
  • Pemberian bersama gemfibrozil harus hati-hati karena kemungkinan terjadi miopati,rabdomiolisis dan kegagalan ginjal akut. Rabdomiolisis dapat terjadi jika terapi dilakukan bersama dengan imunosupresan pada pasien trasplantasi jantung. Penderita rabdomiolisis dengan atau tanpa gangguan fungsi ginjal yang menerima eritromisin dan Lovastatin harus dilakukan pemantauan ketat
Efek Samping:

Lovastatin pada umumnya dapat ditoleransi dengan baik.

Efek samping, biasanya ringan dan sementara, seperti :
  • Miopati, rabdomiolisis,artralgia
  • Gangguan saraf kranial,tremor,vertigo,kehilangan ingatan,parestesia, peripheral nerve palsy, neuropati perifer,gelisah,insomnid,depresi
  • Reaksi hipersensitivitas. 7 Gastrointestinal: pankreatitis, anoreksid, mudl, hepatitis, termasuk hepatitis kronik aktlf, cholestatlc jaundice, perubahan lemak dalam hati, muntah
  • Kulit: alopesra, pruritus, perubahan pada kulit mi-salnya nodules, penghilangdn warna, kulit/mukosa kering
  • Reproduksi: ginekomdstia, kehilangan gairah, dis-fungsi erektil
  • Mata: katarak progresif, ophtalmoplegia
  • Kenaikan transaminase, alkalin fosfatase, glutamil transpeptiddse, dan bilirubin; fungsi tiroid abnormal
Interaksi Obat:

Pemberian bersama-sama Lovastatin dengan turunan kumarin memperlihatkan peningkatan efek antikoagulan warfarin yang menyebabkan peningkatan waktu protrombin kurang dari 2 detik, Karena itu, padd penderita yang menggunakan antikoagulan kumarin, waktu protrombin harus diperiksa ketika dimulai terapi dengan Lovastatin dan sesudahnya

Hati-hati bila Lovastatin diberikan bersama-sama dengan terapi imunosupresan atau niasin karena dapat menyebabkan peningkatan pada gangguan otot rangka (rabdomiolisis ddn miopati)

Dosis:

Pasien harus berada dalam keadaan diet standar obat penurun kolesterol sebelum pemakaian Lovastatin dan harus melanjutkan diet selama pengobatan dengan Lovastatin. Lovastatin sebaiknya diberikan bersama-sama dengan makanan.

Dewasa :

Dosis awal: 20 mg/hari sebagai dosis tunggal diberikan pada waktu makan malam. Rentang dosis yang dianjurkan: 20 - 80 mg/hari sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi. Dosis maksimal 80 mg/hari.
 
Penyesuaian dosis sebaiknya dibuat dalam interval 4 minggu atau lebih. Dosis sebaiknya disesuaikan dengan respon pasien.

Pengobatan bersama-sama.

Pada penderita yang mendapatkan pengobatan Lovastatin bersamaan dengan obot-obat imunosupresan, sebaiknya dosis Lovastatin dimulai dengan 10 mg/hari ddn tidak melebihi 20 mg/hari. Tingkat kolesterol sebaiknya dimonitor secara periodik dan sebaiknya dipertimbangkan untuk dilakukan pengurangan dosis Lovostatin jika tingkat serum kolesterol turun di bawah rentang yang ditentukan

Penderita dengan gagal ginjal.

Pada penderita dengan gagal ginjal berat (bersihan kreatinin < 30 ml/menit). jika diperlukan dosis dapat dinaikkan menjadi di atas 20 mg/hari, sebaiknya dilakukan dengan seksama dan hati-hati.
 
Penyimpanan:

Simpan pada suhu kamar (25°-30°C). 


*Sumber :http://smart-pustaka.blogspot.com/search/label/Obat* 

Asam Mefenamat (Mefenamic Acid)


Pemberian dan Penggunaan Obat Ini Harus Di Bawah Pengawasan Dokter 

Farmakologi

Asam mefenamat merupakan kelompok antiinflamasi non steroid (AINS), yang bekerja dengan cara menghambat sintesa prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat enzym siklooksigenase sehingga mempunyai efek analgesik antiinflamasi dan antipiretik

Indikasi:

Dapat menghilangkan nyeri akut dan kronik, ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyeri karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri setelah operasi, nyeri pada persalinan.

Kontra Indikasi

·         Pasien yang hipersensitf terhadap asam mefenamat
·         Penderita yang dengan asetosal mengalami bronkospasme, alergi rinitis dan urtikaria.
·         Penderita dengan tukak lambung dan usus.
·         Penderita dengan gangguan ginjal yang berat.

Efek Samping

·         Pada pencernaan : mual, muntah, diare, dan rasa sakit pada abdominal,
·         Pada sistem hematopoetik : leukopenia, eosinophilia, trombocytopenia, dan agranulocytopenia,
·         Pada sistem saraf : rasa mengantuk, pusing, penglihatan kabur dan insomnia.

Peringatan dan Perhatian

·         Sebaiknya diminum sesudah makan
·         Hati-hati jika digunakan pada wanita hamil dan menyusui
·         Keamanan penggunaan pada anak-anak dibawah 14 tahun belum diketahui.

Efek Pada Kardiovaskuler

Gangguan Trombotik Kardiovaskuler

Uji klinis dengan berbagai COX-2 selektif dan AINS nonselektif selama tiga tahun menunjukkan peningkatan resiko gangguan trombotik kardiovaskuler serius, infark miokard dan stroke, yang dapat berakibat fatal.
AINS, baik COX-2 selektif maupun non selektif dapat menyebabkan resiko yang sama. Resiko dapat meningkat pada pasien yang diketahui menderita penyakit kardiovaskuler atau emmiliki faktor resiko penyakit kardiovaskuler. 
Untuk mengurangi resiko efek samping tersebut, AINS, sebaiknya diberikan dengan dosis efektif terendah dan lama pengobatan sesingkat mungkin.

Dokter dan pasien sebaiknya waspada terhadap perkembangan terjadinya efek samping tersebut, walaupun tidak ada gejala gangguan kardiovaskuler, sebelumnya.

Pasien sebaiknya diberikan informasi mengenai tanda dan/atau gejla gangguan kardiovaskuler serius dan langkah yang harus dilakukan, jika tanda dan/atau gejala tersebut muncul.

Belum ada bukti klinis bahwa penggunaan bersama asetosal dapat mengurangi peningkatan resiko efek samping trombotik kardiovaskuler serius oleh AINS. Penggunaan AINS bersama Asetosal justru meningkatkan resiko efek samping serius pada saluran cerna.

Hipertensi

AINS, dapat menyebabkan munculnya hipertensi baru atau memperberat hipertensi yang sudah ada sebelumnya, yang dapat berakibat pada peningkatan insidensi efek sampaing kardiovaskuler.

AINS, dapat menurunkan efek antihipertensi tiazid atau diuretic kuat. AINS, sebaiknya digunakan dengan hati-hati pada pasien hipertensi. Tekanan darahs ebaiknya dimonitor dengan ketat sejak awal dan selama terapi.

Gagal Jantung Kongestif dan Edema

Retensi cairan dan edema terjadi pada beberapa pasien yang menggunakan AINS, sehingga hati-hati jika diberikan pada pasien dengan retensi cairan atau gagal jantung.

Efek Gastrointestinal

Resiko Ulcerasi, Perdarahan dan Perforasi

AINS dapat menyebabkan efek samping gastrointestinal serius termasuk inflamasi, perdarahan, ulcerasi, dan perforasi lambung dan usus, yang dapat berakibat fatal. Efek samping serius ini dapat terjadi kapanpun dengan atau tanpa ada gejala peringatan. Hanya satu dari 5 pasien yang mengalami efek samping serius pada saluran cerna atas, menunjukkan gejala. Ulkus pada saluran cerna atas, perdarahan, atau perforasi yang disebabkan AINS terjadi pada sekitar 1% pasien yang diobati, selama 3 – 6 bulan, dan pada kira-kira 2 – 4 % pasien yang diobati selama satu tahun.

Penggunaan yang lebih lama cenderung meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping gastrointestinal serius. Namun pengobatan jangka pendek pun bukan berarti tanpa resiko.

AINS sebaiknya diresepkan dengans angat hati-hati pada apsien yang memiliki riwayat penyakit tukak lambung atau perdarahan gastrointestinal sebelumnya. Pasien dengan riwayat tukak peptic dan atau perdarahan gastrointestinal yang menggunakan AINS memiliki resiko terjadinya perdarahan gastrointestinal 10 kali lipat dibandingkan dengan pasien tanpa faktor resiko tersebut.

Faktor-faktor lain yang meningktakan perdarahan gastrointestinal antara lain penggunaan bersama kortikosteroid, atau antikoagulan oral, penggunaan AINS yang lama, merokok, pengguna alcohol, usia lanjut, dan status keadaan umum yang buruk.

Sebagian besar kejadian efek samping gastrointestinal fatal, terjadi pada pasien usia lanjut atau pasien yang lemah. Oleh karena itu, perhatian khusus perlu diberikan dalam pengobatan populasi ini.

Untuk mengurangi resiko efek samping gastrointestinal pada pasien yang diobati dengan AINS, dosis efektif terendah harus diberikan dengan lama pengobatan sesingkat mungkin.

Dokter dan pasien perlu waspada terhadap tanda dan/atau gejala ulcerasi dan perdarahan gastrointestinal, selama terapi dengan AINS. Jika dicurigai adanya efek samping gastrointestinal yang serius, segera lakukan evaluasi serta pengobatan tambahan. Untuk pasien beresiko tinggi, terapi alternative yang tidak melibatkan AINS, sebaiknya perlu dipertimbangkan.

Interaksi Obat

Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan oral dapat memperpanjang prothrombine time.

Dosis:

Digunakan melalui mulut (per oral), sebaiknya sewaktu makan.

Dewasa dan anak >14 tahun :
 
Dosis awal yang dianjurkan 500 mg, kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam, sesuai dengan kebutuhan.

Over dosis :

Jika terjadi overdosis, maka pasien harus dirangsang muntah atau pasien diberi arang aktif (karbo absorben) untuk menyerap obat.
 
*sumber : http://smart-pustaka.blogspot.com/search/label/Obat* 

Granisetron

Pemberian dan Penggunaan Obat ini harus dibawah Pengawasan Dokter

Farmakologi

Granisetron merupakan antiemetik yang potent dimana efek antiemetiknya dicapai melalui kerja antagonis pada reseptor-reseptor 5-hydroxitryptamine (5-HT3) di dalam chemoreceptor trigger zone dan mungkin pada saluran cerna bagian atas.

Reseptor-reseptor serotonin tipe 5-HT3 terletak secara perifer pada terminal n. vagus dan sentral di dalam chemoreceptor trigger zone di area postrema.

Selama proses kemoterapi yang menginduksi vomitus, sel-sel mukosa enterochromaffin melepaskan serotonin yang menstimulasi reseptor-reseptor 5-HT3. Hal ini menimbulkan rangsangan aferen n. vagus dan dapat menyebabkan vomitus. Penelitian pada hewan coba menunjukkan bahwa saat mengikat reseptor-reseptor 5-HT3, granisetron menghambat stimulasi serotonin dan reaksi vomitus selanjutnya setelah stimulasi emetogenik.

Farmakokinetik

Distribusi

Granisetron secara luas terdistribusi dengan volume distribusi rata-rata kurang lebih 3 l/kg; pengikatan protein plasma kurang lebih 65%.


Metabolisme
 

Granisetron dengan cepat dan luas dimetabolisme di hati, secara normal dengan N-demethylation dan oksidasi cincin aromatik yang diikuti dengan konjugasi.

Eliminasi
 

Bersihan terutama melalui metabolisme oleh hati. Ekskresi urin granisetron unchanged kurang lebih 12% dari dosis dimana jumlah metabolitnya sekitar 47% dari dosis. Sisanya diekskresikan melalui feses sebagai metabolit. Rata-rata waktu paruh plasma pada pasien kurang lebih 9 jam, dengan variasi antar subjek yang luas. Bersihan granisetron tidak dipengaruhi oleh gangguan ginjal, tapi lebih rendah pada pasien usia lanjut dan pada pasien dengan gangguan hati.

Indikasi 

Granisetron diindikasikan untuk pencegahan dan pengobatan pada keadaan:
  • Nausea dan vomitus akut maupun tertunda yang berhubungan dengan kemoterapi dan radioterapi.
  • Mual dan muntah pasca operasi.
Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap granisetron atau substansi yang terkait.

Dosis dan Cara Pemberian

Dosis standar:

Nausea dan vomitus yang diinduksi oleh kemoterapi: Dewasa:
 
Intravena:
  • Pencegahan: 1-3 mg (10-40 mcg/kg) granisetron dapat diberikan sebagai injeksi intravena lambat (lebih dari 30 detik) ataupun dilarutkan dalam 20-50 ml cairan infus dan diberikan selama lebih dari 5 menit, pada saat akan dimulai kemoterapi.
  • Pengobatan: 1-3 mg (10-40 mcg/kg) granisetron dapat diberikan sebagai injeksi intervena lambat (lebih dari 30 detik) ataupun di larutkan dalam 20-50 ml cairan infus dan diberikan selama lebih dari 5 menit. Jika diperlukan, dosis tambahan dapat diberikan minimal 10 menit setelah pemberian terakhir. Dosis maksimum yang diberikan dalam 24 jam tidak boleh melebihi 9 mg.
Intramuscular:
  • Pencegahan dan pengobatan: 3 mg granisetron diberikan secara IM 15 menit sebelum kemoterapi dimulai. Jika diperlukan, dua kali dosis tambahan granisetron sebanyak 3 mg dapat diberikan dalam waktu 24 jam.
Anak-anak:
 

Intravena: 

Dosis 10-40 mcg/kg berat badan (hingga 3 mg) dapat diberikan melalui infus intravena, dilarutkan dalam 10-30 ml cairan infus dan diberikan selama lebih dari 5 menit pada saat akan dimulai kemoterapi. Satu dosis tambahan dapat diberikan dalam waktu 24 jam bila diperlukan. Dosis tambahan ini harus diberikan paling sedikit 10 menit setelah pemberian infus awal.

Intramuscular:  

Tidak tersedia data yang mencukupi untuk penggunaan granisetron secara IM pada anak-anak.

Nausea dan vomitus yang diinduksi oleh radioterapi: Dewasa:
  • Pencegahan: 1-3 mg (10-40 mcg/kg) granisetron dapat diberikan sebagai injeksi intravena lambat (lebih dari 30 detik) ataupun dilarutkan dalam 20-50 ml cairan infus dan diberikan selama lebih dari 5 menit, pada saat akan dimulai kemoterapi.
Anak-anak:
 

Tidak tersedia data yang mencukupi untuk penggunaan granisetron pada pencegahan dan pengobatan mual dan muntah yang diinduksi oleh radioterapi pada anak-anak.

Nausea dan vomitus pasca operasi: Dewasa:
  • Pencegahan: 1 mg (10 mcg/kg) granisetron diberikan sebagai injeksi intravena lambat (lebih dari 30 detik) sebelum induksi anestesi.
  • Pengobatan: 1 mg (10 mcg/kg) granisetron diberikan sebagai injeksi intravena lambat (lebih dari 30 detik).
Dosis maksimal untuk pasien yang akan menjalani anastesi untuk operasi adalah 3 mg granisetron secara IV dalam 1 hari.

Anak-anak:
 

Tidak tersedia data yang mencukupi untuk penggunaan granisetron pada pencegahan dan pengobatan mual dan muntah pasca operasi pada anak-anak.
 

Dosis maksimal dan durasi pengobatan:
 

2 dosis (2 mg) dalam 1 hari
 

Instruksi dosis khusus:
 

Geriatri: tidak diperlukan penyesuaian dosis.
Gangguan renal: tidak diperlukan penyesuaian dosis.
Gangguan hepatik: tidak diperlukan penyesuaian dosis.


Peringatan dan Perhatian

Karena granisetron dapat menurunkan motilitas usus bagian bawah, pasien dengan gejala obstruksi usus sub akut harus dipantau setelah pemberian granisetron.

Sebagai perhatian secara umum, granisetron sebaiknya tidak dicampur dalam larutan yang berisi obat-obat lainnya.

Tidak ada peringatan yang khusus untuk pasien usia lanjut atau pasien dengan gangguan ginjal maupun hati.

Efek pada kemampuan mengendarai dan menggunakan mesin:
 

Tidak ada bukti dari penelitian pada manusia bahwa granisetron memiliki efek samping pada kewaspadaan.

Kehamilan dan masa menyusui:
 

Granisetron sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil kecuali terdapat alasan klinis yang menyertainya. Tidak ada data mengenai ekskresi granisetron pada air susu. Selama terapi, dianjurkan untuk tidak menyusui.

Efek Samping

Granisetron ditoleransi dengan baik. Seperti dilaporkan dengan obat lainnya pada kelas ini, sakit kepala, konstipasi dan kelelahan merupakan efek samping yang paling sering terjadi akan tetapi umumnya bersifat ringan atau sedang. Reaksi hipersensitif yang jarang, terkadang parah (contoh: anafilaksis), pernah dilaporkan. Reaksi alergi lainnya termasuk minor skin rashes pernah dilaporkan. Pada percobaan klinis, peningkatan sementara dari transaminase hati, secara umum pada batasan yang normal lelah dilaporkan.

Interaksi Obat

Pada manusia, induksi enzim hepatik oleh phenobarbital dapat meningkatkan total bersihan plasma granisetron seperempat kali lebih tinggi. Ketoconazole menghambat oksidasi cincin granisetron. Namun, dengan tidak adanya hubungan pK/pD dengan granisetron, perubahan ini dianggap tidak memiliki makna klinis. Granisetron aman digunakan pada manusia bersama dengan benzodiazepines, neuroleptics dan pengobatan anti ulkus yang biasa diresepkan bersama dengan anti emetik. 

Sebagai tambahan, granisetron tidak menunjukkan adanya interaksi obat dengan kemoterapi kanker yang emetogenik. Tidak ada penelitian interaksi yang dilakukan pada pasien dalam anestesi, tetapi granisetron merupakan cytochrome p450 subfamily 3A4 (berhubungan dengan metabolisme beberapa agen analgesik narkotik yang tidak termodifikasi oleh granisetron).

Over Dosis

Tidak ada antidotum yang spesifik untuk granisetron. Pada kasus overdosis, pengobatan simtomatis harus diberikan.

*sumber : http://smart-pustaka.blogspot.com/search/label/Obat*